QuestionsSeorang IBU tanpa bekal Agama
Admin Staff asked 2 years ago

Seorang ibu insyaallah ga akan ada NIAT menjerumuskan anaknya ke sesuatu yg mudharat apalagi *SENGAJA* ingin mencelakakan dunia akherat anak anaknya.

Tapi… *seorang ibu tanpa bekal agama saat mendidik anak sangat mungkin melakukan hal yg sebaliknya*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg menyuruh anaknya yg masih kecil belajar naik motor atau naik mobil dan *bangga saat kecil2 udah bisa anter2 ke pasar*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg menyuruh anak gadisnya *dandan cantik* setiap keluar rumah dan *bangga saat anaknya memiliki pacar*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg mengantar anaknya ikut *lomba2 kontes model umbar aurat dan bangga saat anaknya menjadi artis*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg sengaja *menyuap ke kantor2 supaya menerima anaknya bekerja dan bangga saat anaknya memegang jabatan yg tinggi dengan hasil yg curang*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg dengan rasa *kasihan dan tidak teganya* enggan membangunkan anaknya untuk shalat subuh dan isya meskipun sudah baligh *tanpa berfikir gimana nasib anaknya kelak di neraka*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg membujuk suaminya untuk *membelikan anak2nya gadget laptop maupun tivi* di kamar masing2 spy anak tidak ketinggalan informasi nyatanya benda2 tsblah yg *menjadi jalan anaknya mengenal pornografi dan kecanduan game*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg lebih senang mengajarkan anaknya *nyanyian2 dan tarian2 yg sebenarnya dilarang dalam islam* dibanding khusus *mengajarkan lafadz2 Quran* dan *bangga saat anaknya masih kecil fasih meniru2 lirik dan gerakan orang dewasa*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg menjejali anaknya dengan *aneka les2 pengetahuan dunia tapi enggan mengajarkan perkara shalat ngaji dan ibadah lain* pada anak2nya dan bangga anaknya menjadi *orang “bergelar” tapi bahkan ga tau doa masuk wc*.

Berapa banyak justru seorang ibulah yg *mendoakan anaknya supaya jadi orang yg berguna bagi umat tapi saat ujian mencari2 bocoran jawaban UN* untuk anaknya, atau *bangga jika anaknya lulus meskipun dia sadar telah melakukan kecurangan*.

Dan *”kejahilan2″ seorang ibu yg dilakukan krn minimnya agama*.

*Anak anak itu amanah.*

Hanya boleh *dididik sesuai keinginan yg Menitipkan*.
Bukan sesuai hawa nafsu kita.

Rem hawa nafsu kita yg sifatnya duniawi.
*Ingat untuk apa kita dan anak2 kita diciptakan.*

Dan kelak pasti semua kembali pada kita.
*Hisab detail akan apa yg telah kita ajarkan.*
Kebaikan akan kembali.
Keburukan akan kembali.

*Perbanyak istighfar.*
*Belajar dan kaji ilmu agama.*
*Jadikan Quran dan Hadits sbg pedoman hidup.*
*Amalkan dan ajak seisi rumah amalkan juga.*

Kita *ga bisa lolos dari hisab* dengan alasan “maaf saya ga tau kalo harus ajari ini itu”
Karena *perintah menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim*.

*Tidak terhenti saat kita menikah, tidak terhenti saat kita jadi nenek kakek, terus smpe kita meninggal.*

*Jadikan* diri kita setiap harinya pencari ilmu.
Ada rasa ingin tau yg besar thdp hukum2 islam.
*Bukan* untuk mendebat dan merasa paling tau, *tapi* untuk diamalkan dalam hidup kita sehari2.

_*Barakallahu fiikum.*_
Semoga bermanfaat